ini Cerita Diana Suka Duka Menjadi Tukang Cabut Rumput Liar di Stadion Teladan Medan

ini Cerita Diana Suka Duka Menjadi Tukang Cabut Rumput Liar di Stadion Teladan Medan – Sudah 10 tahun terakhir Diana (32) warga Jalan Tuntungan Medan, bekerja sebagai pencabut rumput.

situs domino
ini Cerita Diana Suka Duka Menjadi Tukang Cabut Rumput Liar di Stadion Teladan Medan

Namun pekerjaan yang terlihat sepele ini, tak pernah membuat ia bersedih. Ibu dari dua orang anak ini selalu bersyukur menjalani hidup, walaupun penghasilannya pas-pasan

situs domino

Selama dua bulan terakhir ini, Diana bekerja mencabuti rumput liar di Stadion Teladan Medan. Ia bekerja mulai jam 08.00-17.00 WIB sore.

Walaupun panas terik terkadang menyengat wajahnya, namun tak membuat Diana berkecil hati dengan pekerjaannya tersebut.

“Sudah dua bulan kami kerja mencabuti rumput liar di Stadion Teladan, mulai jam 08.00-17.00 WIB sore. Karena kami dipekerjakan langsung sama Bos yang punya rumput di Tuntungan,” kata Diana, Selasa (23/1/2018).

“Suami juga kerja sama seperti saya, tapi suami bagian pembuatan rumput untuk taman-taman gitu juga, ikut sama bos,“ tambahnya.

Saat ditanya berapa penghasilannya perbulan dari hasil bekerja mencabut rumput, Diana dan rekan kerjanya malu-malu untuk menjawab dan seperti tidak percaya diri untuk mengatakan gaji yang didapat.

“Aduh malu menjawabnya, kami biasa di gaji Rp 100 ribu rupiah perhari dan uangnya biasa diterima hari Sabtu sehabis bekerja,” kata Diana sembari tersenyum.

“Suka dukanya nggak ada sih kerja cabut rumput ini, malah suka semua nggak ada dukanya. Sama sekali nggak ada terbebani, paling terkadang ya namanya kerja paling di kasih tau sama bos,” ujarnya.

Lebih lanjut, Diana menjelaskan tadinya pekerja pencabut rumput di Stadion Teladan mencapai 10 orang, namun karena sekarang sudah mau siap, pekerja menyusut dan hanya tinggal Diana dan temannya.

“Kalau sekarang pulang sudah enak bang, dulu kan naik angkot tapi sekarang sudah nggak. Sama bos kami di suruh naik Grab aja, ongkos dibayarin dan Gaji kami yang Rp 100 ribu perhari itu diterima utuh,” ucap Diana tertawa.

“Pokonya walaupun kerjanya cuma cabut rumput, tapi saya selalu senang. Intinya dalam hidup semuanya di syukuri saja,” pungkas Diana

ini Cerita Diana Suka Duka Menjadi Tukang Cabut Rumput Liar di Stadion Teladan Medan

Posted By :

GOODBOLA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *